Kamis, 20 Desember 2012

Himne Gadjah Mada

Bakti kami mahasiswa Gadjah Mada semua

Kuberjanji memenuhi panggilan bangsaku

Di dalam Pancasilamu jiwa seluruh nusaku

Kujungjung kebudayaanmu kejayaan Indonesia

Senin, 17 Desember 2012

Renungan

Tinta telah mengering dan pena telah diangkat
Namun demikian masih ada pertanyaan2 seperti  kok iso yo?; kok dadine ngene; Kalo kemaren aq gini, pasti jadinya gitu? Kenapa kemaren gak gini aja si?, de el2. Sedangkan semua itu sudah terjadi dan tidak bisa diulang kembali.

Jumat, 14 Desember 2012

Penundaan

6 Mei 2012

Betapa beruntungnya kita...masih diberi tangguh...masih diberi waktu,
betapa besar kasih sayang Alloh, hingga azab tidak langsung diturunkan, karena kemaksiatan yang kita lakukan...
Tapi Alloh tau, Alloh maha melihat
Mungkin dengan tangguh waktu tersebut ,...
Alloh ingin melihat apakah kita mau belajar.
memperbaiki kesalahan..
bertaubat.....................

NikmatNya manakah yang bisa kita dustakan??
Sedangkan Udara, Kesehatan, Makanan, Rasa aman, Penglihatan, diberikan pada kita
Astagfirulloh
Astagfirulloh
Astagfirulloh


Rabu, 12 Desember 2012

Semuanya Hanyalah Titipan

Di tengah malam, beberapa waktu yang lalu
"Wit, Berase ki kok ra ono nengdi..  !!!?" seru simbah sambil berteriak-teriak membangunkan tidurku.
"Ngopo e?beras opo?" Jawab q sambil setengah sadar.
"Beras e ning wadah kok ra ra ono?.Jawab Simbah.
.........Innalillahi wa innaillaihi Roji'un, ternyata kami kemalingan. Kronoligisnya seperti ini :
Malam menjelang pagi, sekitar pukul 03.30, simbah bangun karna mau ngliwet, jam segitu adalah jam rutin simbah untuk menanak nasi, ketika simbah membuka tempat beras, ternyata beras sudah tidak ada, lenyap tanpa begas satu las beras pun, simbah pun membangun kan saya dan adik saya seraya bertanya, berasnya dimana kok ga ada. kami berdua bangun dan melihat tempat beras ternyata memang betul, kami belum nggeh kalo kami kemalingan. Saya kemudian membuka pintu kamar terdekat dari ruangan penyimpanan beras, setelah saya lihat dengan seksama ternyata ada yang aneh, teralis cendela yang terbuat dari kayu, sudah berada dibawah, korden dan tempat korden juga berada dibawah dalam kondisi berantakan. Kamipun mengecek apa saja yang hilang, ternyata sandal hadiah dari saya untuk ibu yang masih berada di kardus juga dibawa. setelah pulih dari kekagetan dan mengecek semuanya, kami merasa lega karena yang dicuri cuma beras 80kg dan sandal. Alhamdulillah cuma itu yang dibawa.