Rabu, 12 Desember 2012

Semuanya Hanyalah Titipan

Di tengah malam, beberapa waktu yang lalu
"Wit, Berase ki kok ra ono nengdi..  !!!?" seru simbah sambil berteriak-teriak membangunkan tidurku.
"Ngopo e?beras opo?" Jawab q sambil setengah sadar.
"Beras e ning wadah kok ra ra ono?.Jawab Simbah.
.........Innalillahi wa innaillaihi Roji'un, ternyata kami kemalingan. Kronoligisnya seperti ini :
Malam menjelang pagi, sekitar pukul 03.30, simbah bangun karna mau ngliwet, jam segitu adalah jam rutin simbah untuk menanak nasi, ketika simbah membuka tempat beras, ternyata beras sudah tidak ada, lenyap tanpa begas satu las beras pun, simbah pun membangun kan saya dan adik saya seraya bertanya, berasnya dimana kok ga ada. kami berdua bangun dan melihat tempat beras ternyata memang betul, kami belum nggeh kalo kami kemalingan. Saya kemudian membuka pintu kamar terdekat dari ruangan penyimpanan beras, setelah saya lihat dengan seksama ternyata ada yang aneh, teralis cendela yang terbuat dari kayu, sudah berada dibawah, korden dan tempat korden juga berada dibawah dalam kondisi berantakan. Kamipun mengecek apa saja yang hilang, ternyata sandal hadiah dari saya untuk ibu yang masih berada di kardus juga dibawa. setelah pulih dari kekagetan dan mengecek semuanya, kami merasa lega karena yang dicuri cuma beras 80kg dan sandal. Alhamdulillah cuma itu yang dibawa.
Keesokan harinya kamipun beraktifitas seperti biasa, pagi sebelum kerja saya sempat mengantar simbah ke dokter untuk cek  up bulanan, sempat mampir membeli sayur untuk sarapan. Saya berpikir, Alhamdulillah walaupun kemalingan kami masih bisa makan enak. 
Namun alangkah kagetnya saya, ketika saya sudah selesai bersiap-siap untuk ke kantor, saya mengambil tas saya, ternyata laptop biru saya tidak ada ditas, saya kira disingkirkan adik saya atau apa, ketika saya tanya dia bilang tidak tau, sambil berpikir gak mungkin ilang, sayapun mencari dikamar saya dari ujung ke ujung, ternyata tidak ada. Subhanalloh, ternyata laptop saya ikut diambil maling lengkap dengan cargernya, saya periksa dompet, ternyata sejumlah uang juga diambil. Ya Alloh, kuatkan hati hamba, jadikan ini sebagai penggugur dosa saya.
Sewaktu dikantor, saya ingat kamera digital saya, kamera tersebut sering saya pakai untuk dokumentasi mustahiq ketika survey. Saya tanya ke adik apakah kamera ada, jawaban mengejutkan adalah ternyata kamera digital saya juga diambil.
MasyaAlloh sangat berat bagi saya mengalami hal ini, kamera dan laptop adalah teman setia saya dalam menunjang dakwah dan bekerja. Laptop saya menyimpan berbagai dokumen rahasia dan penting, foto2 saya dengan sahabat dan keluarga, dan berbagai hal lain. 
Barangkali inilah jawaban dari doa saya untuk diberikan kesabaran, barangkali ini jawaban doa saya agar saya bisa ikhlas dalam hidup. Barangkali karna dosa-dosa saya yang sangat banyak, sehingga itulah sarana saya bertaubat dan sarana penghapus dosa. Bismillah saya niatkan barang2 tersebut sebagai sedekah dengan barang yang disayangi. Semoga Alloh memberikan ganti yang lebih baik dari dunia dan seisinya, Semoga Alloh mengampuni dosa saya. Segala sesuatu yang datang dari Alloh, akan kembali kepada Alloh.
Rasulullah n bersabda dalam hadits Abu Hurairah z:

مَا يُصِيبُ الْمُسْلِمَ مِنْ نَصَبٍ وَلَا وَصَبٍ وَلَا هَمٍّ وَلَا حُزْنٍ وَلَا أَذًى وَلَا غَمٍّ حَتَّى الشَّوْكَةِ يُشَاكُهَا إِلَّا كَفَّرَ اللهُ بِهَا مِنْ خَطَايَاهُ
“Tiadalah seorang muslim yang ditimpa musibah dalam bentuk kelelahan, sakit, kesusahan, kesedihan, gangguan, dan kecemasan, melainkan Allah menghapuskan darinya segala kesalahan dan dosa, hingga duri yang menusuknya juga sebagai penghapus dosa.” (HR. al-Bukhari, no. 5318)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar